Sabtu, 31 Mei 2014

Dan perang pun dimulai


Soal kemeja putih jadi 'komoditi perang' baru antara kubu Jokowi-JK vs Prabowo-Hatta. Jokowi yang membuka serangan dengan menyindir kubu Prabowo-Hatta yang dinilainya mengikuti gaya berbusananya. "Kemarin kita pakai putih-putih, eh di sana juga pakai putih. Trend setter-nya kita, sana followernya," kata Jokowi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (27/5) kemarin. Oleh karena merasa ditiru, Jokowi lalu mengganti 'baju perangnya' menjadi motif kotak-kotak. Kemeja putih hanya dikenakan oleh JK. Tak terima dengan sindiran Jokowi, Waketum Gerindra Fadli Zon bereaksi keras. Melalui akun twitternya, @fadlizon, Fadli menegaskan kemeja putih sudah lama jadi seragam Gerindra. "Rupanya @jokowi_do2 kurang informasi. Baju putih itu seragam @Gerindra sejak 2008. Jadi sejak itu @Prabowo08 pakai baju putih. Siapa jiplak?" ujar Fadli. Sumber: http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/28/112031/2593745/1572/jokowi-vs-fadli-zon

Panggung debat untuk calon presiden

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bersama para pakar membahas tema debat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2014, Rabu (28/5), di Hotel Sahid, Jakarta. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, debat capres dan cawapres akan diselenggarakan oleh KPU sebanyak lima kali, dua kali untuk capres, dua kali untuk cawapres, dan satu kali untuk capres dan cawapres.

Hadir pada rapat pembahasan tersebut, Ketua, Anggota dan Sekjen KPU, pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU, serta para pakar diantaranya, Ramlan Surbakti, Ahmad Erani Yustika, Tony Prasetyantono, Edi Slamet Irianto, Pratikno, Ravik Karsidi, Basis Susilo, Hikmawanto Juwono, Siti Zuhro, serta Djaali.

Berebut Nomer keramat di KPU


Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Rabu, 28 Mei 2014 di Gedung KPU. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Tim Penghubung/Liaison Officer (LO) dari masing-masing bakal pasangan capres-cawapres dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Dalam rakor itu disepakati hal-hal terkait proses pengundian nomor urut pasangan calon, baik dari jalur atau arah kedatangan pasangan calon, jumlah orang atau siapa-siapa yang diperbolehkan masuk ke Ruang Sidang Utama tempat pengundian nomor urut, dan media massa yang diperbolehkan meliput acaranya. Pengundian akan dilangsungkan hari Minggu, 1 Juni 2014, pukul 14.00 WIB. Rute/arah/jalur kedatangan Tim Bakal Pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla akan datang dari arah Timur KPU, yakni dari Jl. Rasina Said (Kuningan).

Pesta Rakyat di Republik Democrazy

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan secara resmi nama-nama pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pemilu Presiden 2014, yang akan digelar pada 9 Juli mendatang. Penetapan ini disampaikan Komisioner KPU RI, Hadar Nafis Gumay, didampingi Komisoner KPU RI lainnya, yakni Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Juri Ardiantoro, Sigit Pamungkas, Ida Budhiarti, dan Arief Budiman, pada konferensi pers di Ruang Sidang Utama KPU, Sabtu (31/5). “Dari proses pendaftaran pasangan bakal capres dan cawapres yang telah kita mulai pada 18 Mei lalu, akhirnya kita telah menerima dokumen-dokumen yang terkait 26 hal melalui verifikasi dari dokumen yang diserahkan pada masa pendaftaran, juga termasuk memverifikasi dokumen yang diserahkan pada masa perbaikan. Kami akhirnya telah menetapkan pasangan Capres dan Cawapres untuk Pemilu Presiden 2014,” jelas Hadar. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan KPU Nomor 453/kpts/KPU/Tahun 2014 tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Pemilu 2014. “Yang kami tetapkan ialah kita memiliki dua pasangan Capres dan Cawapres, yaitu pasangan Calon Presiden Ir. H. Joko Widodo yang berpasangan dengan Calon Wakil Presiden Drs. H.M. Jusuf Kalla.