Senin, 02 Juni 2014

Sikap simpatik seorang Jendral

 Pemandangan unik terjadi saat capres Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di KPU kemarin. Prabowo memberikan hormat kepada mantan pasangan capresnya di Pilpres 2009 silam itu.

Menanggapi hal itu, mantan Danjen Kopassus tersebut mengaku masih sampai saat ini menghormati sosok Megawati. Pasalnya, Prabowo menganggap presiden keempat itu seniornya.

"Memang seharusnya begitu. Kita hormati yang lebih tua, lebih senior," kata Prabowo di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (2/6).

Prabowo mengakui posisi politiknya dengan Megawati kini sudah bertolak belakang. Terlebih sempat mencuat isu konflik lantaran Megawati mengusung Jokowi menjadi capresnya. Walau demikian, Prabowo menegaskan kembali, bahwa dirinya tetep akan menghormati sosok Megawati.

"Kita berbeda politik tapi tetep harus menghormati," pungkasnya.
https://id.berita.yahoo.com/beri-hormat-ke-megawati-ini-alasan-prabowo-123920520.htmlhttps://id.berita.yahoo.com/beri-hormat-ke-megawati-ini-alasan-prabowo-123920520.html

Sosok Tokoh Muda PDIP

Caleg DPR terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu membuat heboh publik lewat pernyataannya tentang Prabowo Subianto di acara Mata Najwa, Rabu pekan lalu. Aktivis mahasiswa 1998 ini menyebut capres nomor urut satu itu hanya memiliki dua sisi positif: pengurus kuda yang baik dan pemberi harapan kepada banyak perempuan yang ingin menjadi ibu negara.

Kepada merdeka.com, pendukung Jokowi-JK ini mengatakan tidak tahu persis mengapa pernyataannya itu bisa membuat heboh publik, khususnya di media sosial.
"Ya gua bingung, kenapa bisa begitu," ungkap Adian saat ditemui merdeka.com di Posko Perjuangan Rakyat Jokowi-JK, Menteng, Jakarta Pusat kemarin.
Namun yang jelas, kata pria batak ini, followers-nya di Twitter kini bertambah menjadi 17 ribu lebih setelah pernyataan itu di televisi.
"Sebelum Mata Najwa 4.300, sekarang sudah 17.400. Jadi ketambahan 13.000 lebih. Banyak followers, banyak yang mendukung dan banyak yang mencaci maki juga," ujar dia.

Berikut wawancara merdeka.com dengan Adian Napitupulu perihal pernyataan tersebut:

Apakah pernyataan Anda soal 'kuda' dan 'memberi harapan kepada perempuan' itu dipersiapkan sebelumnya?

Tidak ada persiapan. Kan tidak diatur itu. Cuma pertama memang, ketika ditanya tentang Prabowodan keberhasilannya, yang ada dalam kepala gua saat itu dia punya banyak kuda, dengan banyak biaya yang dianggarkan untuk kuda dan beberapa kudanya katanya sempat dipakai untuk pertandingan-pertandingan internasional. Jadi kalau tanya apa yang lo liat tentang Prabowo , ya kuda. Itu aja.

Nah kemudian, ketika didesak lagi, apalagi selain itu. Yang berikutnya yang keluar dari pernyataan gua kan dia memberikan kesempatan kepada banyak wanita untuk jadi ibu negara kan. Itu kan tidak salah, ya gua sampaikan begitu saja karena yang ada di kepala gua itu. Artinya tidak bertendensi untuk menyindir, tidak bertendensi yang lain-lain. Apa yang ada di kepala saya, itu yang saya sampaikan.

Bagi gua kan sebenarnya modal perdebatan, yang paling penting di luar pengetahuan, data dan sebagainya, kan kejujuran dalam melihat persoalan. Mungkin kalau dibanding dengan Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra), gelar dia lebih banyak dari gelar gua, buku dia lebih banyak dari buku gua, mungkin data dia lebih banyak dari data gua, tapi masalahnya mungkin, dalam melihat persoalan mungkin gua lebih jujur dibandingkan dia. Itu yang dia tidak miliki, kejujuran dan objektivitas.

Apa tidak takut kepada Prabowo sudah berbicara seperti itu?

Takut kan kalau kita salah, nah gua kan tidak merasa salah. Kan gua bener, mau nape? Itu fakta kan. Dia memang jago ngurus kuda, ya harus kita akui dong. Harusnya Prabowo menempatkan itu pujian buat dia, jangan tersinggung. Ya bahwa dia memberi banyak kesempatan kepada banyak perempuan untuk berhadap pada dia, ya bener. Jupe aja minta dikawinin sama dia. Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu kan? Salahnya di mana? Gua merasa takut kalau gua salah, gua fitnah.

Sekarang ini banyak orang memfitnah Jokowi Kristen, Jokowi China. Nah, mereka yang fitnah aja ga takut, masa gua yang bener takut. Kan harus ada perbandingan, Bos.

Popularitas di media (sosial) ini apakah menjadi modal sosial bagi Anda sebelum masuk Senayan?

Gua sudah terpilih dan menunggu pelantikan ketika Tuhan memberkati ya. Kalau sewaktu masa pencalegan ini mungkin modal sosial, kalau sekarang mungkin tidak. Gua kaget juga, kenapa kayak gitu responsnya ya. Gua justru tertarik kenapa responsnya sebegitu hebohnya. Gua anggap itu sesuatu yang biasa, gaya bicara gua begitu, pada siapa saja. Kemarin gua bicara sama Jokowi aja, Jokowi sampai ngucek-ngucek rambut. Ya mungkin karena gaya bicara gua begitu. Gaya bicara gua, ya gua blak-blakan.

Anda bicara soal apa sampai Jokowi ngucek-ngucek rambut?

Ya banyaklah, ada beberapa hal yang kita perbincangkan waktu itu. 'Kasih saya berpikir' (mengutip gaya Jokowi sambil memeragakan kucek-kucek rambut). Bagi gua dan temen-temen yang kenal gua, itu gaya gua, bukan sesuatu yang gua buat-buat. Emang begitu.

Anda tahu penyebabnya kenapa Anda bisa populer di media sosial?

Ya gua bingung, kenapa bisa begitu. Ada komentar di Facebook sampai 2.000. Ya mungkin saja, jawaban gua orang butuh pernyataan yang tidak mutar-mutar. Orang ini capek dengan retorika politik. Orang mau ya yang langsung saja gitu. Kita sudah susah hidup, sudah susah makan, sudah susah pekerjaan, kita sudah banyak persoalan. Di sisi lain ada pilpres yang kemudian digaungkan oleh media, menyerang setiap isi kepala orang. Di buka televisi pilpres, dibaca koran pilpres dan sebagainya, tiba-tiba di situ ada kejenuhan rakyat ada politisi-politisi yang pintar beretorika, tapi tidak pernah mewakili apa yang ada dalam kepala rakyat. Mungkin pernyataan-pernyataan gua mewakili apa yang ada di kepala mereka, itu saja.

Di DPR nanti, apakah Anda mau mempertahankan gaya komunikasi seperti ini? Bagaimana jika partai melarang?

Ga ada masalah. Kemarin Mas Tjahjo (Kumolo, Sekjen DPP PDIP) BBM gua, dia bilang pertahankan gayamu sangat alami, tidak dibuat-buat. Kemudian, Bang Ara (Maruarar Sirait, Ketua DPP PDIP) menyarankan belajar pakai kemejalah. Kemudian Mas Baskara (Ahmad Basarah, Wasekjen DPP PDIP) menyarankan rambutnya dirapikan. Jadi mereka cuma menyarankan tentang sesuatu yang sifatnya penampilan, baju, rambut, tidak intervensi pada bagaimana gua bicara, cara gua berpikir, data gua.

Gua merasa enjoy di depan, karena tidak dituntut berlebihan oleh DPP. Ya memang itu style gua, ya begitulah. Kenapa Jokowi jadi fenomenal, karena dia jujur. Dan gua pikir, sepertinya itu yang dibutuhkan rakyat. Dia berpakaian seperti itu, dan gua berpakaian seperti itu. 

https://id.berita.yahoo.com/adian-napitupulu-prabowo-jangan-tersinggung-220600664.html https://id.berita.yahoo.com/adian-napitupulu-prabowo-jangan-tersinggung-220600664.html

Pelanggaran pertama sang calon presiden

Calon presiden Joko Widodo dinilai bersikap blunder dan membuat kelalaian saat acara pengundian dan penetapan nomor urut untuk pemilihan presiden pada Minggu (1/6), kata pengamat politik dari Habibie Center Bawono Kumoro, Senin.
Pada Minggu (1/6) di gedung Komiswi pemilihan Umum (KPU), Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi diberi kesempatan berpidato selama 3 menit seusai mendapat nomor urut 2 untuk pemilihan presiden 9 Juli 2014 mendatang. Saat itu Jokowi mengajak masyarakat memilih nomor urut 2, padahal masa kampanye yang ditetapkan KPU baru akan dumulai 5 Juni 2014.
"Menurut Undang Undang no 42 tahun 2008, definisi kampanye adalah segala kegiatan mengajak pemilih untuk memilih calon tertentu. Kalau dilihat dari rekaman pidato Jokowi kemarin, ada unsur mengajak," kata Bawono.
Ia menyayangkan tindakan Jokowi karena kandidat presiden yang diusung PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura tersebut diunggulkan untuk terpilih sebagai presiden berdasarkan survei-survei yang dilakukan selama ini.
"Saat ini peluang Jokowi sedang baik. Takutnya dengan pernyataan di KPU publik akan melihat Jokowi sebagai calon presiden yang tergesa-gesa," kata Bawono. 

Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson menilai ajakan capres Jokowi agar masyarakat memilih nomor urut 2 adalah bentuk kampanye dan mencuri start.
"Bisa juga kampanye. Kita akan lihat ini, apakah melampaui rambu-rambu," kata Nelson.
Nelson berjanji untuk membahas ajakan Jokowi itu di Bawaslu.
"Ini akan saya bicarakan, ini memenuhi satu unsur ajakan kampanye. Kalau terbukti, sanksinya seperti apa, nanti kita lihat," kata Nelson.
Pilpres 2014 yang berlangsung pada 9 Juli diikuti dua pasangan capres-cawapres yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (nomor urut 1) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (nomor urut 2).

Minggu, 01 Juni 2014

Prabowo Subianto No.1.dan Joko Widodo No.2


Hasil pengundian pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Tahun 2014 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Minggu (1/6), menetapkan, pasangan Prabowo Subianto- Hatta Rajasa sebagai pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 (satu) dan pasangan Joko Widodo-Yusuf Kalla sebagai pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 2 (dua). Hasil tersebut secara resmi ditetapkan oleh KPU RI melalui Keputusan KPU Nomor 454/Kpts/KPU/TAHUN 2014 Tentang Penetapan Daftar Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Pada Pemilihan Umum Tahun 2014, sebagaimana dibacakan oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik, di kantor KPU Jl Imam Bonjol No. 29 Jakarta. Dengan ditetapkannya kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tersebut, Ketua KPU secara khusus menghimbau kepada kedua pasangan capres dan cawapres dan tim sukses masing-masing pasangan untuk tidak melakukan kegiatan kampanye sebelum masa kampanye yaitu pada tanggal 4 Juni 2014 sampai dengan 5 Juli 2014 dimulai. “Kita masih menyisakan dua hari ke depan sebelum masa kampanye dimulai. Untuk itu, kami (KPU) berharap kedua pasangan capres dan cawapres dan tim sukses masing-masing pasangan untuk tidak melakukan kegiatan kamapanye,” tegas Husni. Ia juga mengharapkan agar masa kampanye tersebut dimanfaatkan secara baik, dan tidak melakukan kegiatan kampanye yang mendiskreditkan atau memojokkan salah satu pasangan capres dan cawapres. “Mari kita bersama-sama menyelenggarakan tahapan pemilu yang tersisa dan kegiatan kampanye dengan penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasil, sehingga dapat memberikan pendidikan politik yang baik dan beretika kepada masyarakat Indonesia” ujarnya. http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2014/3307/KPU-Tetapkan-Nomor-Urut-Pasangan-Capres-Cawapres-Pemilu-2014

Menggagas debat calon presiden


Untuk menyusun konsep debat calon Presiden dan Wakil Presiden yang menarik dan berkualitas, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar diskusi dengan para “pakar debat” dan para pemimpin redaksi media di Jakarta, Selasa (13/5). Hadir dalam diskusi itu, Ketua dan para Komisioner KPU; pakar hukum tata negara, Prof. Saldi Isra; pegiat Pemilu, Ramlan Surbakti; pengamat politik, Fajroel Rahman dan Sidik Pramono, serta anggota Komisi penyiaran Indonesia (KPI) Idy Muzayyad. Sedangkan dari media hadir para pemimpin redaksi dan wartawan senior.

 Konsep debat, menurut para pakar itu, haruslah dapat menunjukkan tema-tema substantif dari masing-masing calon, seperti bidang hukum, politik, ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Namun, debat juga harus dikemas dengan menarik dan memberikan porsi yang berimbang kepada media dalam durasi penyiarannya. KPU, menurut media, hendaknya tidak membuat aturan main yang terlalu kaku dan menutup ruang kreatif bagi media.

Artikel lainnya: Sewa mobilmurah bandung

Masukan mengenai konsep debat yang informatif, mengutamakan substantif namun menghibur, juga harus dapat menjangkau seluruh segmentasi masyarakat yag ada di dalam masyarakat. “Selain memberikan informasi yang optimal kepada masyarakat, KPU juga berharap debat capres dapat meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam pada penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli mendatang”, kata Ketua KPU, Husni Kamil Manik. http://www.kpu.go.id/index.php/post/categories/Mjk/berita-terkini