Senin, 03 April 2017

Warga cerdas pilih yang waras




Pesta demokrasi part dua untuk warga DKI akan segera di mulai. 250 juta mata di negeri ini akan tertuju pada Ibu kota negara ini. DKI adalah merupakan barometer dari negeri ini. Busuknya negeri ini bisa di lihat dari seberapa busuk DKI. Begitu juga keberhasilan dan kesuksesan dalam berdemokrasi  bangsa ini akan dilihat dari sejauh mana DKI mampu meyelenggarakan pesta demokrasi untuk warganya.

Putaran kedua di mulai tentu dengan dua pasangan calon. Namun untuk putaran kedua ini salah satu pasangan calon menyandang gelar yang cukup memalukan yaitu sebagai tersangka. Kasus yang di hadapi nya juga tidak main-main yaitu dalam kasus penodaan dan penistaan agama. Yang sampai tulisan ini di terbitkan persidangan kasus ini masih terus berlangsung dan memasuki episode ke-13. Lebih memalukan lagi walau sudah di tetapkan tersangka calon ini tidak mengundurkan diri dari posisinya.

Artikel berikutnya: cara menyeduh kopi terbaik

Warga DKI dengan keterbukaan informasi saat ini tentu semakin cerdas dan pintar. Walau DKI yang identik dengan urusan duniawi dan gemerlap kehidupan mewah. Namun dalam lubuk hati sanubari mereka juga tertanam sebuah azas bawaan manusia sebagai makhluk beragama. Setiap agama manapun tentu tidak membolehkan untuk saling mengusik agama satu dengan agama lainnya. Apalagi menuduh ajaran agama tertentu itu bohong dan penganutnya di bohongi dengan ajaran tersebut.

Terlepas dari kasus penistaan dan penodaan agama yang sedang mendera salah satu pasangan calon, Kita tentu menginginkan Pilkada DKI berlangsung dengan damai dan aman kita tidak ingin jakarta kembali seperti tahun 1998 dimana ribuan warga menjadi korban. Namun melihat eskalasi dan pernak-pernik serta langkah-langkah politik yang diambil para elite dalam rangka memenangkan pasangan calon masing-masing kita patut khawatir jakarta akan seperti tahun 1998.

Warga DKI tentu mencium gelagat ini, dan mereka tahu harus bagaimana. Sebagian akan merelakan calonnya kalah dengan imbalan Jakarta tetap damai dan aman. Sebagian lagi tetap ngotot dan memaksakan kehendak bagaimana caranya agar pasangan yang di usungnya menang. Mereka tidak peduli bahaya kerusuhan mengancam DKI jika pasangannya menang.

Akhirnya kita hanya berharap kepada keputusan terakhir warga DKI. Para tim suksesKedua kubu pasangan calon punya rencana besar untuk memenangkan pilkada di putaran kedua ini. Namun tentu Warga DKI memiliki rencana yang lebih besar dan pintar untuk menjaga wilayahnya tetap damai dan aman.

Artikel lainnya: Manfaat dari kopi robusta hijau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar